Indonesia Website Awards

Merasa Tersaingi ChatGPT, Google Mulai Mengembangkan Prototipe AI Serupa

Merasa Tersaingi ChatGPT, Google Mulai Mengembangkan Prototipe AI Serupa

Seotechman.com, Bogor 25/12/2022. Setelah popularitas ChatGPT chatbot kecerdasan buatan (AI) itu meroket. Kabarnya Google mulai mengembangkan prototipe Ai serupa guna menyaingi ChatGPT.

Apa itu ChatGPT?

ChatGPT adalah chatbot yang diluncurkan oleh OpenAI pada November 2022. Ini dibangun di atas rangkaian model bahasa besar GPT-3.5 OpenAI, dan disesuaikan dengan teknik pembelajaran yang diawasi dan penguatan.

"ChatGPT diluncurkan sebagai prototipe pada tanggal 30 November 2022, dan dengan cepat menarik perhatian karena responsnya yang terperinci dan mengartikulasikan jawaban di banyak domain pengetahuan. Akurasi faktualnya yang tidak merata diidentifikasi sebagai kelemahan yang signifikan."

Merasa Tersaingi ChatGPT, Google mulai Mengembangkan Prototipe AI Terbaru

Dilansir dari laporan The New York Times, Google mulai menugaskan beberapa departemennya untuk mengembangkan dan merilis prototipe dan produk AI terbaru. Beberapa eksekutif Google juga menganggap popularitas ChatGPT sebagai 'Kode Merah'.

Laporan itu mengatakan, CEO perusahaan induk Google Alphabet, Sundar Pichai bahkan sampai mengalihkan pekerjaan di beberapa departemen untuk merespons ancaman yang ditimbulkan oleh ChatGPT. 

"Chatbot seperti ChatGPT memang diklaim dapat menggantikan fungsi Google karena bisa menjawab pertanyaan yang spesifik."

Beberapa departemen, seperti Research, Trust, and Safety di Google dan beberapa divisi lainnya ditugaskan untuk mengembangkan prototipe dan produk baru menjelang konferensi pada bulan Mei mendatang, kemungkinan sebelum event Google I/O 2023.

Salah satunya yaitu produk AI yang bisa menciptakan karya seni, sketsa, dan gambar lainnya. Google memang sudah memiliki pesaing DALL-E bernama Imagen yang sudah tersedia lewat AI Test Kitchen.

Tidak hanya itu, Google juga mempersiapkan produk cloud computing yang memakai teknologi chatbot LaMDA guna merespon pertanyaan terkait customer support.

Sebelumnya, eksekutif Google menjelaskan mereka ingin berhati-hati dalam meluncurkan produk AI secara publik karena bisa merusak reputasi perusahaan. 

Pasalnya, chatbot AI seperti ChatGPT juga masih memiliki banyak masalah termasuk jawaban yang tidak akurat, bias, serta yang lainnya.

Oleh sebab itu, Google berencana membatasi uji coba prototipenya hanya untuk 500.000 pengguna dan mungkin memiliki standar trust and safety yang rendah.