11 Tips Cepat Untuk Menulis Blog Yang Lebih Baik

Menulis karya apa pun membutuhkan upaya yang serius. Tepat setelah konsep awal saya dulu, yang bertujuan untuk mempersempit dan berfokus pada dua hal yaitu: Kualitas penulisan & audiens yang terjangkau. Saya mulai meneliti dari keduanya dan menemukan cara cepat untuk mencapai keduanya.

Saya menyusun daftar tips dan menggunakannya sebagai daftar periksa yang saya jalankan sebelum menerbitkan artikel apa pun. Peretasan cepat ini sebenarnya banyak membantu saya dan kemudian saya memutuskan, mengapa saya tidak mengubah daftar ini menjadi artikel saya berikutnya.
Seperti tips cepat dalam menulis blog yang telah saya rangkum dibawah ini:
11 Tips Cepat Untuk Menulis Blog Yang Lebih Baik

1. Topik menarik
Satu hal penting yang perlu di ingat saat memulai dengan sebuah artikel adalah menulis pada topik yang berhubungan dengan Anda. Selalu tanyakan pada diri sendiri - Jika Anda menemukan artikel dengan topik yang sama, apakah Anda akan membacanya?

Jika Anda menemukan artikel dengan topik serupa, apakah Anda akan membacanya? Jika jawabannya tidak, Anda lebih baik menghemat waktu dan beralih ke topik baru. Jika artikel Anda tidak dapat memberikan nilai kepada masa lalu (lama) Anda, itu tidak akan memberikan nilai kepada orang lain juga.

2. Baca, edit, tidur, ulangi!
Ini seperti mantra penulisan yang kritis, dan draf hanyalah langkah pertama. Langkah selanjutnya adalah membaca dan mengubah draf. Lakukan ini sebanyak yang Anda bisa dan Anda akan melihat bahwa ada kejelasan yang lebih besar dalam artikel setiap kali Anda melakukan ini.

3. Proofread
Mirip dengan tips #2, proofreading adalah langkah lain yang tidak boleh Anda lewati. Bagikan artikel Anda dengan teman-teman. Lebih sering dari pada tidak, mereka memberi Anda perspektif yang tidak akan Anda pikirkan. Editor yang baik dapat membantu Anda menemukan kekurangan yang jelas dalam arus dan memberikan ritme yang layak bagi artikel Anda. Lebih penting lagi, seringkali nada di mana Anda menulis artikel bukanlah nada di mana pembaca membacanya. Temukan seseorang yang dapat menghabiskan waktu berkualitas untuk mengoreksi artikel Anda.

4. Bersikaplah jelas
Salah satu alasan terbesar pembaca bangkit dari artikel tanpa membacanya adalah karena mereka bosan. Mereka bosan karena penulis butuh waktu terlalu lama untuk sampai pada intinya. Skenario seperti itu dapat dihindari dengan mengingat kesalahan di bawah ini: Pengulangan - Jika dua kalimat back-to-back mengatakan hal yang persis sama, hapus satu. Hal yang sama berlaku untuk paragraf dan kata yang diulang. Potongan yang lebih kecil - Hindari kalimat yang panjang. Cobalah untuk memecah kalimat jika terlalu rumit untuk dipahami. Kata-kata ekstra sebagai pengisi - Hindari penggunaan kata kerja yang kuat seperti "benar-benar", "hanya", "mutlak" kecuali perlu. 9 dari 10 kali Anda dapat menghindarinya dan hidup tanpa memengaruhi nada artikel Anda.

5. Alat tulis
Menulis yang membingungkan dan ceroboh adalah mematikan bagi semua orang, bahkan jika itu adalah subjek yang paling menarik di dunia. Gunakan alat online seperti Grammarly (atau prowritingaid) untuk membantu Anda menulis kalimat yang jelas. Hemmingway adalah alat lain yang berguna untuk mengukur kompleksitas artikel Anda. Ini memberikan saran yang menarik untuk menyederhanakan artikel Anda. Semakin banyak Anda mengikuti saran, semakin jelas artikel yang didapat dan memudahkan pembaca untuk memahami maksud Anda.

6. Sentuhan pribadi
Kecuali jika Anda menulis blog memberikan tip cepat atau sengaja menulis bagian pendek, selalu baik untuk membagikan contoh tentang semua konsep yang Anda liput. Jadi bagikan contoh. Dan banyak dari mereka. Anekdot, terutama pengalaman pribadi, selalu membantu. Dengan pengalaman dan contoh pribadi ini, pembaca dapat dengan mudah berhubungan dengan artikel Anda. Namun, sekali lagi, pastikan bahwa mereka garing.

7. Gambar unggulan
Anda tidak ingin membombardir pembaca Anda dengan terlalu banyak informasi di setiap lipatannya. Artikel yang bagus selalu berisi 'pengisi', untuk memberi ruang berpikir kepada pembaca Anda. Jika diperlukan, bagan, grafik, dan strip komik membantu, tetapi foto adalah solusi yang lebih mudah, dan hampir selalu dapat diandalkan. Selalu gunakan gambar yang ditampilkan di awal artikel. Idealnya akan merekomendasikan menggunakan setidaknya satu 'pengisi' untuk setiap 600 kata. Saya mendapatkan semua foto artikel saya dari unsplash atau pixabay. Ini adalah dua repositori hebat yang tersedia di luar sana untuk mendapatkan gambar gratis dan kontekstual. Juga, ingat untuk menghargai orang di belakang gambar. Apa yang terjadi maka terjadilah!

8. Kutipan dan Frasa
Kutipan dan frasa tidak hanya membuat Anda terdengar lebih pintar tetapi juga lebih mudah diingat. Menggunakan kutipan dari orang-orang terkenal membantu pembaca mengingat poin yang ingin Anda sampaikan. Mereka menjelaskan poin Anda dengan referensi sejarah dan legitimasi tambahan.

9. Tingkatkan audiens Anda dengan publikasi
Selalu ada publikasi yang akan menerbitkan artikel Anda. Jika belum ada yang menerima artikel Anda - baca, edit, perbaiki, dan kirim kembali. Ketekunan adalah kuncinya. Jika tidak ada yang menerima artikel, jalan keluar lain adalah membuat publikasi Anda sendiri. Pembaca, lebih sering daripada tidak, mengikuti publikasi daripada penulis individu. Ini akan memberi Anda cara untuk menjangkau audiens Anda.

aliexpress

10. Pengajuan di forum publik
Dengan asumsi Anda sudah akan membagikan artikel Anda di semua profil jejaring sosial Anda (FB, Twitter, Linkedin, dll), jalan lain untuk mendapatkan banyak pembaca adalah dengan mempublikasikan artikel Anda di forum sosial. Quora dan Reddit adalah forum hebat yang saya gunakan untuk mendapatkan traffic tambahan ke artikel saya. Jika Anda menulis artikel teknologi, mungkin StackOverflow adalah pilihan yang lebih baik. Kiat ekstra - Kirim artikel Anda ke situs agregator seperti Hackernews, news360, dll. Untuk mendapat tambahan dorongan. Situs-situs ini memiliki pengikut yang kuat dan membantu Anda menjangkau pembaca yang mengikuti situs web ini.

11. Panggilan untuk bertindak
Ajakan bertindak adalah tautan yang biasanya ada di bagian bawah halaman. Ini adalah aset kuat yang dapat membantu Anda mencapai dua hal:

Lebih banyak pemirsa ke salah satu artikel Anda yang lain. Lebih banyak pengikut dengan mengarahkan ke profil sosial Anda (Sedang, Facebook atau Twitter). Karena pembaca ini akan mencapai bagian bawah halaman, kemungkinan besar mereka akan menikmati artikel dan akan mengklik ajakan untuk bertindak untuk mengetahui atau membaca lebih lanjut.

Selengkapnya

[Tutorial] Cara Membuat Dan Memasang Tombol Feed Instagram Di Blog

Halo sobat blogger..

Untuk tutorial yang akan kami berikan kali ini adalah, membuat instagram feed. Tombol feed ini bisa sobat pasang di blog maupun di website.
Mungkin tutorial ini tergolong sangat mudah untuk para mastah-mastah koding. Namun bagi saya ini lumayan rumit, kenapa rumit? Karena saya sendiri seorang pemula (newbie), jadi ya begitulah..

Tutorial Cara Membuat Dan Masang Tombol Feed Instagram Di Blog

Siapa sih yang tidak tahu dengan sosial media yang sangat terkenal diseluruh dunia ini. Hampir semua kalangan memilih untuk memasang istagram di ponsel mereka. Banyak juga kegunaan nya, bukan hanya untuk sekedar sharing, posting, akan tetapi bisa untuk beriklan dan lain sebagai nya.


Live Demo

Oke mungkin kita langsung saja masuk ke tahap cara membuatnya. Untuk pemasangan di blog sobat, sobat langsung saja ke menu tema lalu, klik edit html. Setelah itu sobat copas css berikut ini:



@import url('http://livein.website/fontme/fontme.css');

body {
  font-family: 'Inter', sans-serif;
  justify-content: center;
  align-items: center;
  background: #000;
  display: flex;
  height: 100vh;
  padding: 0;
  margin: 0;
}

.button {
  transition: all .2s ease-in-out;
  -webkit-appearance: none;
  letter-spacing: -0.5px;
  text-decoration: none;
  border-radius: 100px;
  font-family: inherit;
  align-items: center;
  position: relative;
  padding: 18px 42px;
  font-weight: 500;
  text-align: left;
  background: #06f;
  appearance: none;
  font-size: 20px;
  cursor: pointer;
  display: flex;
  outline: none;
  border: none;
  color: #fff;
}

.button-icon {
  margin-right: 16px;
  height: 30px;
  width: 30px;
  top: 0;
}

.button-text {
  flex-direction: column;
  font-size: 16px;
  display: flex;
}

.button-numbers {
  margin-top: 4px;
  font-size: 12px;
  opacity: 0.6;
}

.button:hover { transform: translateY(-2px); }
.button:active { transform: translateY(0); }

.button:before {
  animation: pulse 2s ease infinite;
  border-radius: 100px;
  position: absolute;
  background: #06f;
  content: "";
  z-index: -1;
  bottom: 0;
  right: 0;
  left: 0;
  top: 0;
}

@keyframes pulse {
  0% { transform: scale(1); }
  50% { opacity: 0.2; }
  100% { transform: scale(1.2, 1.4); opacity: 0; }
}

.background {
  pointer-events: none;
  overflow: hidden;
  position: fixed;
  height: 100vh;
  opacity: 0.2;
  border: none;
  z-index: -1;
  width: 100%;
  left: 0;
  top: 0;
}

Jika sudah, sobat copas lagi html di bawah ini dan letakan di mana saja (bebas, sesuai keinginan masing-masing).



<a href="https://www.instagram.com/virm90" target="_blank" class="button">
  <img class="button-icon" src="https://tr.af/images/icon-insta.svg" alt="instagram">
  <span class="button-text">
    @virm90
    <span class="button-numbers">
      <span id="button-count"></span>
      followers
    </span> 
  </span>
</a>

Sudah? Lanjut ke langkah terakhir yaitu, copas kode javascript berikut:



$(function(){
  $.get('https://api.instagram.com/v1/users/self/?access_token=27019167.1677ed0.27958a214ce141dfaaf18ddb103e33e7',
        function(data) {
    $("#button-count").html((kFormatter(data.data.counts.followed_by)));
  }
       )
  function kFormatter(num) {
    return Math.abs(num) > 999 ? Math.sign(num)*((Math.abs(num)/1000).toFixed(1)) + 'k' : Math.sign(num)*Math.abs(num)
  }

});

Nah silahkan langsung saja sobat simpan dan lihat hasil nya seperti apa.


Mungkin saya rasa cukup sekian saja untuk postingan kami pada hari ini, semoga bermanfaat untuk sobat semua. Apabila menurut sobat tutorial ini berguna, silahkan di share ke teman-teman lain nya.


Selengkapnya

Jasa SEO Profesional | LOGIQUE Digital Indonesia Jasa Seo Terlengkap

Hallo, selamat sore, pada kali ini kami akan menjelaskan tentang jasa seo terlengkap dan Jasa SEO Profesional | LOGIQUE Digital Indonesia. Simak selengkapnya 
Jasa Seo Profesional
Kami akan menjelaskan mengenai laporan lengkap ranking keyword-keyword website Anda di alat perkakas pelacak dalam Search Rank Report yang mendetail. Dengan membedah bertambah turunnya peringkat keyword, Anda dapat melancarkan improvisasi atau pembaruan keyword buat menjaga website Anda ajek berada di letak teratas di hasil pencarian.

#ANALYTICS REPOR
Kami hendak melepaskan insight lengkap tentang sarwa aktivitas traffic website Anda, seperti besaran traffic tamu ala keseluruhan website Anda saat ini, halaman website mana yang berisik dikunjungi, informasi demografis pengunjung, device yang membelokkan berlimpah digunakan buat mengunjungi halaman Anda, serta informasi lainnya yang dibutuhkan. Hal ini bertujuan biar Anda dapat mengidentifikasi gaya dengan peluang buat meningkatkan traffic lawatan ala website Anda.

#KONSULTASI SEO
Kami ada pakar SEO yang berpengalaman dengan ahli di bidangnya. Kami melepaskan fasilitas berupa analisa ala menyeluruh serta rekomendasi desain yang terbaik, seperti dalam pemilahan keyword, membongkar bounce rate, engat kontrol struktur desain dengan konten ala website, sehingga dapat meningkatkan conversion, dengan website Anda dapat berada di letak teratas ala hasil alat perkakas pencari.

#LAYANAN SEARCH CONSOLE
Search Console melambangkan tool pertama yang harus dimiliki setiap website. Kami dapat membantu Anda menginstal Search Console ala website Anda, sehingga Anda dapat membedah aktivitas tamu serta arah teknis yang website Anda perlukan bertimbal pedoman alat perkakas pencari. Misalnya catatan search query yang digunakan getah perca tamu buat merujuk ala website Anda, melihat website yang menautkan link mengarah website Anda, engat menemukan HTML error yang sedia ala website Anda. Tool ini juga hendak membantu Anda dalam melancarkan optimasi website serta menemukan keyword baru yang menurut alat perkakas pelacak relevan dengan website Anda saat Googlebot melancarkan crawling dengan indexing.

#WEB MAINTENANCE
LOGIQUE tidak sekadar menyediakan fasilitas SEO saja, namun juga menyediakan fasilitas pemeliharaan web atau Web Maintenance buat membantu mendukung kinerja dari aplikasi SEO itu sendiri, seperti melancarkan pengecekan dengan koreksi ala JavaScript, CSS, HTML, dengan lain-lain. Kami juga telah menggunakan sertifikat SSL yang mendukung aplikasi SEO ala website sehingga alat perkakas pelacak dapat dengan banter meningkatkan ranking website Anda di alat perkakas pelacak yang akhirnya membuat letak Anda mendapatkan traffic lawatan lebih

#PENULISAN DAN PENYESUAIAN KONTEN
Penulisan atau penyesuaian konten melambangkan fasilitas SEO maintenance kami lainnya. Pada fasilitas penulisan dengan penyesuaian konten ini, kami hendak membuat konten yang telah disesuaikan dengan kaidah-kaidah SEO berupa artikel atau landing page sehingga membantu meningkatkan traffic lawatan website Anda melalui sumber organic yang relevan dengan bisnis Anda. Kami mempunyai getah perca content writer ahli yang telah mempunyai berlimpah kemahiran di bidang penulisan artikel dengan konten bertimbal dengan kaidah-kaidah SEO menggunakan SEO Tools terbaik.

Meningkatkan SEO Dari Perspektif Web Development
SEO bukan sekadar tentang optimasi keyword, maksimalisasi query berantai yang dicari user, atau konten yang menarik. Ada berlimpah arah teknis yang bekerja di belakangnya, yang mendukung biar sebuah website dapat menduduki peringkat satu di halaman pertama hasil pencarian. Sebuah website dapat meraih letak tersebut tidak sekadar dengan konten yang baik, namun juga bagaimana website tersebut bisa seresponsif barangkali jika telah diakses visitor. Hal ini melambangkan cacat satu faktor yang memengaruhi ranking website Anda.

LOGIQUE, Web Developer Profesional di Bidang SEO
Kami akan membentuk website Anda lebih responsif, dinamis, loading cepat, user-friendly, dengan ada pengejawantahan yang fleksibel serta koheren di segala perangkat, terutama ala mobile dengan pabrikasi AMP. Pengaturan desain juga penting buat menarik sama banyaknya barangkali visitor yang cocok dengan bisnis Anda. Web Designer kami hendak memasang fitur desain, widget, style element, gambar, dengan teks yang menarik ala khusus buat target Anda. Fitur-fitur seperti ini acap kali tidak dapat Anda temukan di platform letak pengembang website efektif seperti Wordpress atau Joomla.

First page on search engine results

Apa Itu SEO White Hat? SEO White Hat adalah cacat satu desain atau teknik SEO yang bertimbal dengan regulasi yang ditetapkan akibat alat perkakas pencari.

Apa Perbedaan SEO White Hat dengan SEO Black Hat? SEO Black Hat adalah desain SEO yang bersebrangan dengan SEO White Hat. Strategi SEO ini tidak mengikuti regulasi yang telah ditetapkan akibat alat perkakas pencari.

Apakah Penting buat Memilih Perusahaan yang Mengimplementasikan SEO White Hat?

Sangat penting. Implementasi metode SEO yang dilarang, seperti SEO Black Hat, hendak membuat website Anda diblokir dari alat perkakas pencari, terutama Google.

Sebagai alat perkakas pelacak yang membelokkan populer, Google telah dikunjungi akibat milyaran pemakai setiap harinya. Situs Anda ada potensi besar buat mendapatkan traffic dengan pemakai baru dari kuantitas besaran lawatan tersebut.

Google melambangkan sumber traffic yang cukup berpengaruh ala letak Anda. Diblokir akibat Google dapat mengakibatkan depresiasi traffic justru bisnis Anda ala drastis. Selain itu, Google tidak melepaskan agunan bahwa letak Anda hendak mendapatkan peringkat balik setelah letak Anda diblokir.

Implementasi SEO White Hat melambangkan satu-satunya metode yang ramah alat perkakas pencari. Dengan optimasi yang tepat dengan terstruktur, kami dapat membantu Anda mempraktikkan SEO White Hat ala website Anda buat meraih letak teratas alat perkakas pencarian.

LOGIQUE siap membantu menerapkan SEO White Hat buat bisnis Anda!

LOGIQUE melepaskan Jasa Optimasi SEO Professional dalam 3 Bahasa
Salah satu misi LOGIQUE adalah melepaskan kontribusi akan perkembangan industri web dengan digital marketing di Indonesia. Untuk merealisasikannya, LOGIQUE selalu mempertahankan proses pelaksanaan yang cepat, tepat, dengan menyeluruh biar dapat melepaskan hasil yang maksimal atas praktik optimasi SEO kedalam 3 adab (Bahasa Indonesia, Inggris, dengan Jepang).

Selama bertahun-tahun, kami telah dipercaya akibat kongsi besar baik lokal atau internasional buat melepaskan fasilitas berkualitas tinggi. Kami juga bakir beradaptasi ala setiap alterasi global, dengan koheren dengan target dalam setiap prosesnya. Di era kesejagatan ini, kami menyadari betapa pentingnya adab internasional dalam menjangkau konsumen di luar negeri.

LOGIQUE adalah tim kompeten yang andal di bidangnya, terampil, dengan berpengalaman buat pelaksanaan SEO dalam adab internasional, ialah Inggris dengan Jepang.

Sebagai kongsi web developer dengan digital marketing di kaki (gunung) wirausahawan Jepang, LOGIQUE tumbuh di lingkungan multikultural, di mana setiap pegawai ada ide dengan wawasan berbeda yang membuat kongsi kami lebih kreatif dengan inovatif. Didukung akibat pegawai native Jepang, LOGIQUE ada kemahiran bisnis yang berlimpah dengan konsumen dari Jepang. Kami siap membantu Anda pelaksanaan SEO yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis Anda dalam 3 adab besar ini.
LOGIQUE memiliki kemahiran luas dalam meningkatkan ranking website di berbagai bidang bisnis.
#LOGIQUE'S WORKS
Kami berjaya membantu mencapai target dengan desain dengan taktik SEO yang kami implementasikan buat cacat satu lembaga keuangan terbanyak di Indonesia yang melayani perkreditan. Kami bakir mendapatkan traffic ala website dari keyword yang telah ditargetkan, meningkatkan peringkat keyword, meluruskan peringkat website dengan melancarkan optimasi SEO On-Page, meningkatkan visibilitas keyword, dengan membedah bakat masalah yang berantai dengan SEO serta melancarkan optimasi beralaskan masalah dengan analisa mendalam. Dengan melancarkan hal tersebut, letak konsumen kami berjaya mendapatkan tamu sebanyak dua kali lipat dari sebelumnya.

#OTOMOTIF
Dengan aplikasi desain digital marketing yang tepat, kami berjaya membantu sebanyak konsumen di bidang otomotif buat mendapatkan besaran tamu yang lebih berlimpah dari sebelumnya. Kami terus menganalisa gaya industri otomotif yang sedang terjadi, mengkonversi gaya tersebut ala satu keyword, dengan mencantumkan keyword terkait ala artikel dengan juga website. Kami juga melancarkan analisa dari desain SEO yang dilakukan akibat kompetitor dengan bersaing ala sehat.

#PARIWISATA
Berwisata saat ini adalah bisa ke mana saja dengan sekadar kaum langkah online. Itulah yang disadari akibat konsumen kami, dengan kami telah membantu mereka mendapatkan sama banyaknya barangkali klien melalui SEO, yaitu dengan membedah keyword populer yang dapat digunakan di website mereka buat meningkatkan traffic beralaskan ala setiap nilai kompetisi dengan rata-rata pencarian bulanan. Kami juga membedah teknis SEO letak web dengan melepaskan rekomendasi buat memperbaikinya. Dengan analisis, implementasi, dengan evaluasi rutin, desain kami telah pasti meningkatkan besaran booking/reservasi melantas melalui website dengan Biaya Akuisisi Pelanggan (CAC) yang rendah.

#PROPERTI
Beberapa konsumen kami yang ada bisnis di bidang properti juga melihat dunia online digital sebagai potensi pasar terbanyak dari penjualan unit mereka. Dari alat perkakas pencari, mereka ingin biar letak properti mereka melantas kedapatan saat user membutuhkan. Dengan aplikasi desain SEO yang tepat, LOGIQUE berjaya membantu konsumen mencapai target mereka buat menemukan pembeli potensial dengan meningkatkan engagement dengan mereka. Kami terus melancarkan optimasi berangkat dari improvisasi keyword, meta tag, pemasangan schema, engat optimasi pengejawantahan website biar mobile friendly. Kami berjaya mendapatkan traffic organik yang adiluhung dengan konsumen kami cukup puas dengan besaran konversi yang dihasilkan.

Sekian detail mengenai Jasa SEO Profesional | LOGIQUE Digital Indonesia semoga artikel ini bermanfaat terima kasih.

Selengkapnya

Membuat Background Unik Sarang Lebah Di Web/Blog Dengan Css

Halo sobat blogger semua, untuk tutorial kali ini saya akan mencoba membuat background unik sarang lebah dan ini bisa sobat pasang di web atau blog. Ini pure Css dan penerapannya juga tidak sulit, sobat tinggal kopi paste saja kode sintak nya yang sudah saya berikan pada langkah-langkah dibawah.
Membuat Background Unik Sarang Lebah Di Web/Blog Dengan Css
Apa saja sih yang harus di persiapkan?

Untuk memulai tutorial ini, kita siapkan terlebih dahulu Css nya. Perhatikan contoh berikut ini:

Live Demo


* {
*   box-sizing: border-box;
*     padding: 0;
*       margin: 0;
*       }
*       body {
*         /* center in the viewport */
*           min-height: 100vh;
*             display: flex;
*               justify-content: center;
*                 align-items: center;
*                   /* pattern creating a beehive out of hexagon shapes */
*                     background: url('data:image/svg+xml;utf8,'),
*                         #ffe345;
*                         }
*                         /* size the svg to cover a sizeable portion of the viewport */
*                         body > svg {
*                           width: 80vmin;
*                             height: auto;
*                             }
*                             /* animation to rotate the bees around the center */
*                             .rotate {
*                               animation: rotate 5s infinite reverse cubic-bezier(0.25, 0.45, 0.75, 0.55); /* timing function slightly different than linear to give a bit of a nod to each step */
*                               }
*                               /* rotate the bees around the center in multiple steps, this to have the timing function affect each step */
*                               @keyframes rotate {
*                                 0% {
*                                     transform: rotate(0deg);
*                                       }
*                                         33% {
*                                             transform: rotate(120deg);
*                                               }
*                                                 67% {
*                                                     transform: rotate(240deg);
*                                                       }
*                                                         100% {
*                                                             transform: rotate(360deg);
*                                                               }
*                                                               }

Sobat kopi dan salin Css di atas. Jika menggunakan blog, tinggal taruh di atas tag </head>. Apabila sobat memakai hosting tinggal buat file style.css dan tempel di dalamnya lalu simpan. Untuk langkah selanjutnya yaitu, kita buat kerangka nya atau file Html. Coba perhatikan sintak dibawah:


<svg viewBox="0 0 600 600">
    <defs>
        <symbol id="bee" viewBox="0 0 170 100">
            <g transform="translate(5 5)">
                <path
                    d="M 0 45 a 45 45 0 0 1 45 -45 h 80 a 25 25 0 0 1 25 25 q -45 65 -105 65 a 45 45 0 0 1 -45 -45"
                    fill="#ffcd12"
                    stroke="#000"
                    stroke-width="10"
                    stroke-linecap="round"
                    stroke-linecap="round">
                </path>
                <path
                    d="M 5 45 a 40 40 0 0 0 45 40 q 60 0 105 -65 q -45 45 -105 60 a 50 50 0 0 1 -45 -40"
                    fill="#c57a00"
                    opacity="0.5">
                </path>
                <path
                    d="M 5 45 a 40 40 0 0 1 40 -40 h 20 q -50 0 -60 40"
                    fill="#fff">
                </path>
                <path
                    d="M 60 2.5 a 82 82 0 0 1 0 82"
                    fill="none"
                    stroke="#000"
                    stroke-width="15"
                    stroke-linecap="round"
                    stroke-linecap="round">
                </path>
                <path
                    d="M 90 2.5 a 74 74 0 0 1 0 74"
                    fill="none"
                    stroke="#000"
                    stroke-width="15"
                    stroke-linecap="round"
                    stroke-linecap="round">
                </path>
                <path
                    d="M 70 0 h 60 a 30 30 0 0 1 0 60 q -30 0 -60 -60"
                    fill="#fff"
                    stroke="#000"
                    stroke-width="10"
                    stroke-linecap="round"
                    stroke-linecap="round">
                </path>
                <path
                    d="M 155 30 a 20 20 0 0 1 -20 20 q -30 0 -60 -45 q 25 45 60 55 a 20 20 0 0 0 20 -20"
                    fill="#000"
                    opacity="0.1">
                </path>
                <circle
                    cx="38"
                    cy="35"
                    r="12"
                    fill="#252222">
                </circle>
                <circle
                    cx="40"
                    cy="32"
                    r="4"
                    fill="#fff">
                </circle>
            </g>
        </symbol>
    </defs>
    <g transform="translate(300 300)">
        <g transform="rotate(0)" class="rotate">
            <g transform="rotate(0)">
                <g transform="translate(0 -70)" class="translate">
                    <use href="#bee" width="170" height="100" transform="translate(-85 -50)"></use>
                </g>
            </g>
        </g>
        <g transform="rotate(0)" class="rotate">
            <g transform="rotate(120)">
                <g transform="translate(0 -70)" class="translate">
                    <use href="#bee" width="170" height="100" transform="translate(-85 -50)"></use>
                </g>
            </g>
        </g>
        <g transform="rotate(0)" class="rotate">
            <g transform="rotate(240)">
                <g transform="translate(0 -70)" class="translate">
                    <use href="#bee" width="170" height="100" transform="translate(-85 -50)"></use>
                </g>
            </g>
        </g>
    </g>
</svg>

Sama seperti langkah pertama, tinggal kopi dan salin saja. Nah, jika sudah sobat tinggal lihat bagaimana hasilnya. Demikian sedikit pembahasan untuk hari ini semoga bermanfaat.

Selengkapnya

Cara Mudah Membuat Tombol Subscribe Di Website/Blog

Tertuju untuk Anda semua yang ingin membuat tombol notifikasi email di website / blog yang sedang Anda kelola, terutama bagi para pemula. Tentunya hal ini sangat diperlukan guna untuk keperluan masing-masing.

Cara Mudah Membuat Tombol Subscribe Di Website/Blog
Email kontak sangat berguna dikalangan blogger-blogger maupun website dan lain sebagainya. Ini bertujuan untuk membagikan atau memberikan sebuah notifikasi mengenai update terbaru melalui pesan email, khususnya untuk para calon pengikut website / blog Anda. Maka dari itu, tujuan utama dari tutorial kali ini adalah untuk sekedar sharing tentunya untuk Anda yang baru terjun kedalam dunia blogger atau website.

Tidak hanya berbentuk tombol saja, email notifikasi seperti ini sudah sangat banyak jenis-jenis tampilannya. Bisa berupa tombol, pop up, dan lainya. Untuk cara pembuatanya disini kita perlu 3 element yaitu: Css, Html, dan Javascript.

Live Demo

Sudah siap untuk membuatnya? Oke kita lanjut ke langkah-langkahnya. Pertama kita buat Css nya, seperti contoh berikut ini:



:root {
    --main-color: white;
    --accent-color: dodgerblue;
}

body,
#singular-form button,
.container>#singular-form>#input-container>input {
    font-size: 2rem;
        font-family: 'Montserrat', sans-serif;
            font-weight: bold;
        display: flex;
            justify-content: center;
                align-items: center;
                    margin: 0;
            }
.container {
    width: 19rem;
        height: 5rem;
            padding: 10px;
                background-color: var(--main-color);
                    text-align: center;
                        border-radius: 3rem;
                            overflow: hidden;
                                transition: width .4s cubic-bezier(0.68, -0.55, 0.27, 1.55);
                                }
.container>#singular-form {
    position: relative;
        width: 100%;
            height: 100%;
                background-color: --main-color;
                }
.container>#singular-form button {
    width: 9rem;
        padding: 0;
            border: none;
                outline: none;
                    border-radius: 3rem;
                        cursor: pointer;
                        }
.container>#singular-form>button#trigger {
    padding: 0;
        width: 100%;
        margin-right: auto;
        margin-left: auto;
            color: var(--accent-color);
                background-color: var(--main-color);
                    z-index: 3;box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.12), 0 1px 2px rgba(0,0,0,.24);
                    }
.container>#singular-form>#input-container {
    z-index: 2;
    }
.container>#singular-form>#input-container>input {
    display: inline-block;
        height: 100%;
            width: 100%;
                background-color: var(--main-color);
                    box-sizing: border-box;
                        border: none;
                            outline: none;
                                padding: 0 26% 0 3%;
                                    opacity: 0;
                                        transform: scale(0);
                                            transition: all .4s ease .4s;
                                            }
.container>#singular-form>#input-container>button {
    position: absolute;
        top: 0;
            right: 0;
                height: 100%;
                    background-color: var(--accent-color);
                        color: var(--main-color);
                            opacity: 0;
                                transform: scale(0);
                                    transition: all .4s ease .4s;
                                    }
.container>#singular-form>#success {
    display: flex;
        justify-content: center;
            align-items: center;
                color: var(--accent-color);
                    font-weight: bold;
                        z-index: 1;
                        }
.container>#singular-form>button#trigger,
.container>#singular-form>#input-container,
.container>#singular-form>#success {
    position: absolute;
        top: 0;
            right: 0;
                bottom: 0;
                    left: 0;
                        transform: scale(0);
                            opacity: 0;
                            }
.container>#singular-form>button#trigger {
    transition: all .4s ease;
    }
.container>#singular-form>#input-container {
    transform: scale(1);
        opacity: 1;
            transition: all .4s ease .4s;
            }
.container>#singular-form>#success {
    transition: all .2s ease .4s;
    }
.container>#singular-form>button#trigger.shown,
.container>#singular-form>#input-container.shown,
.container>#singular-form>#success.shown,
.container>#singular-form>#input-container>button.shown,
.container>#singular-form>#input-container>input.shown {
    transform: scale(1);
        opacity: 1;
        }

Apa langkah selanjutnya? Langsung saja Anda kopi sintak diatas lalu pastekan kedalam file Css website/blog Anda. Langkah kedua yaitu, kita buat sebuah Javascript nya.



const sf = {};

sf.container = document.querySelector('.container');
sf.form = document.querySelector('.container > #singular-form');
sf.trigger = document.querySelector('.container > #singular-form > button#trigger');
sf.input = document.querySelector('.container>#singular-form>#input-container>input');
sf.submitButton = document.querySelector('.container > #singular-form > #input-container > button');
sf.successMessage = document.querySelector('.container > #singular-form > #success');

sf.submitDelay = 1500;

sf.clickHandler = (e) => {
    switch (e.target) {
            case sf.trigger:
                        console.log('case trigger');
                                    sf.container.style.width = '37rem'
                                                e.target.classList.remove('shown');
                                                            sf.input.classList.add('shown');
                                                                        sf.submitButton.classList.add('shown');
                                                                                    sf.input.focus();
                                                                                                break;
                                                                                                        case sf.submitButton:
                                                                                                                    sf.submitForm();
                                                                                                                                break;
                                                                                                                                    }
                                                                                                                                    }
sf.handleInputKeypress = (e) => {
    if (e.keyCode === 13) {
            e.preventDefault();
                    sf.submitForm();
                        }
                        }
sf.submitForm = () => {
    sf.input.style.transition = 'all .4s ease';
        sf.submitButton.style.transition = 'all .4s ease';
            sf.input.classList.remove('shown');
                sf.submitButton.classList.remove('shown');
                    sf.container.style.transition = 'all .4s cubic-bezier(0.47, 0.47, 0.27, 1.20) .4s';
                        sf.container.style.width = '';
                            sf.successMessage.classList.add('shown');
                                let submission = setTimeout(() => sf.form.submit(), sf.submitDelay);
                                }
sf.input.addEventListener('keypress', (e) => sf.handleInputKeypress(e));
document.addEventListener('click', (e) => sf.clickHandler(e));

Kopi lagi lalu pastekan kedalam file Javascript Anda. Jika sudah, kita menuju langkah terakhir yaitu Html.


<div class="container">

        <form id="singular-form" action="https://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=google" class="subscribe" method="post" onsubmit="window.open(&apos;https://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=google, &apos;popupwindow&apos;, &apos;scrollbars=yes,width=550,height=520&apos;);return true" target="popupwindow">
        <input name="uri" type="hidden" value="google"/>
        <input name="loc" type="hidden" value="en_US"/>
            <button class="shown" type="button" id="trigger">Notify me</button>
            <div id="input-container">
                            <input type="text" placeholder="E-mail">
                                            <button type="button">Send</button>
                                                        </div>
            <div id="success">Thank you!</div>
        </form>
    </div>

Untuk contoh Html diatas berlaku untuk blogger. Sedangkan untuk web bisa Anda ubah dibagian <form> nya. Misalkan: <form action="emailnotif.html"> sampai akhir.

Sampai disini kita sudah selesai membuatnya. Untuk berjalan atau tidak, Anda bisa lihat sendiri seperti apa hasilnya. Dan jangan lupa bagikan tutorial ini jika menurut Anda ini bermanfaat.

Mungkin kurang lebihnya seperti itulah pembahasan hari ini, semoga bisa membantu.

Selengkapnya

Tutorial Cara Membuat Animasi Loading Keren Menggunakan Html Dan Css

Oke, pada kesempatan kali ini kami akan kembali membagikan sebuah tutorial animasi loading keren. Ini cukup bagus jika digunakan pada web atau blog Anda, ringan dan ini tidak akan menghambat waktu laju pemuatan halaman Anda nantinya.
Tutorial cara membuat animasi loading keren menggunakan html dan css
Sebelumnya ini sudah saya coba dan hasilnya pun berjalan (work). Animasi ini hanya menggunakan Html dan Css saja sebagai bahannya. Pada postingan lalu kami juga telah membagikan cara membuat animasi css bergerak dengan animation iteration count.

Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencobanya, bisa langsung saja kopi paste kode-kodenya dibawah.

Live Demo

Untuk langkah pertama mari kita buat Html nya seperti ini:


<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>
<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>
<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>
<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>
<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>

Jika sudah, lanjut ketahap selanjutnya yaitu buat Css nya, dan kodenya seperti dibawah ini:


  * {
    box-sizing: border-box;
  }

  html,
  body {
    align-items: center;
    background: linear-gradient(45deg, #d91e18, #9a12b3);
    display: flex;
    justify-content: center;
    margin: 0;
    min-height: 100vh;
    padding: 0;
    width: 100vw;
  }

  .wrapper {
    position: absolute;
  }

  .wrapper:nth-of-type(2)>div {
    height: 40px;
    width: 40px;
    opacity: 0.8;
  }

  .wrapper:nth-of-type(3)>div {
    height: 30px;
    width: 30px;
    opacity: 0.6;
  }

  .wrapper:nth-of-type(4)>div {
    height: 20px;
    width: 20px;
    opacity: 0.4;
  }

  .wrapper:nth-of-type(5)>div {
    height: 10px;
    width: 10px;
    opacity: 0.2;
  }

  div>div {
    background: #fff;
    border-radius: 100%;
    height: 50px;
    margin: 40px;
    width: 50px;
  }
.wrapper {
  -webkit-animation: x 1s ease-in-out alternate infinite 0s both;
          animation: x 1s ease-in-out alternate infinite 0s both;
}

.wrapper > div {
  -webkit-animation: y 1s linear infinite 0s both;
          animation: y 1s linear infinite 0s both;
}

.wrapper:nth-of-type(2),
.wrapper:nth-of-type(2) > div {
  -webkit-animation-delay: 0.1s;
          animation-delay: 0.1s;
}
.wrapper:nth-of-type(3),
.wrapper:nth-of-type(3) > div {
  -webkit-animation-delay: 0.2s;
          animation-delay: 0.2s;
}
.wrapper:nth-of-type(4),
.wrapper:nth-of-type(4) > div {
  -webkit-animation-delay: 0.3s;
          animation-delay: 0.3s;
}
.wrapper:nth-of-type(5),
.wrapper:nth-of-type(5) > div {
  -webkit-animation-delay: 0.4s;
          animation-delay: 0.4s;
}


@-webkit-keyframes x {
  0% {
            -webkit-transform: translate(-100px, 0);
                    transform: translate(-100px, 0);
  }
  100% {
            -webkit-transform: translate(100px, 0);
                    transform: translate(100px, 0)
  }
}

@keyframes x {
  0% {
            -webkit-transform: translate(-100px, 0);
                    transform: translate(-100px, 0);
  }
  100% {
            -webkit-transform: translate(100px, 0);
                    transform: translate(100px, 0)
  }
}


@-webkit-keyframes y {
  25% {
    -webkit-transform: translate(0, -50px);
            transform: translate(0, -50px);
  }
  0%, 50%, 100% {
    -webkit-transform: translate(0, 0);
            transform: translate(0, 0);
  }
  75% {
    -webkit-transform: translate(0, 50px);
            transform: translate(0, 50px);
  }

}


@keyframes y {
  25% {
    -webkit-transform: translate(0, -50px);
            transform: translate(0, -50px);
  }
  0%, 50%, 100% {
    -webkit-transform: translate(0, 0);
            transform: translate(0, 0);
  }
  75% {
    -webkit-transform: translate(0, 50px);
            transform: translate(0, 50px);
  }

}

Simpan kedua file tersebut dan jika digabungkan hasilnya akan seperti ini:


  * {
    box-sizing: border-box;
  }

  html,
  body {
    align-items: center;
    background: linear-gradient(45deg, #d91e18, #9a12b3);
    display: flex;
    justify-content: center;
    margin: 0;
    min-height: 100vh;
    padding: 0;
    width: 100vw;
  }

  .wrapper {
    position: absolute;
  }

  .wrapper:nth-of-type(2)>div {
    height: 40px;
    width: 40px;
    opacity: 0.8;
  }

  .wrapper:nth-of-type(3)>div {
    height: 30px;
    width: 30px;
    opacity: 0.6;
  }

  .wrapper:nth-of-type(4)>div {
    height: 20px;
    width: 20px;
    opacity: 0.4;
  }

  .wrapper:nth-of-type(5)>div {
    height: 10px;
    width: 10px;
    opacity: 0.2;
  }

  div>div {
    background: #fff;
    border-radius: 100%;
    height: 50px;
    margin: 40px;
    width: 50px;
  }
.wrapper {
  -webkit-animation: x 1s ease-in-out alternate infinite 0s both;
          animation: x 1s ease-in-out alternate infinite 0s both;
}

.wrapper > div {
  -webkit-animation: y 1s linear infinite 0s both;
          animation: y 1s linear infinite 0s both;
}

.wrapper:nth-of-type(2),
.wrapper:nth-of-type(2) > div {
  -webkit-animation-delay: 0.1s;
          animation-delay: 0.1s;
}
.wrapper:nth-of-type(3),
.wrapper:nth-of-type(3) > div {
  -webkit-animation-delay: 0.2s;
          animation-delay: 0.2s;
}
.wrapper:nth-of-type(4),
.wrapper:nth-of-type(4) > div {
  -webkit-animation-delay: 0.3s;
          animation-delay: 0.3s;
}
.wrapper:nth-of-type(5),
.wrapper:nth-of-type(5) > div {
  -webkit-animation-delay: 0.4s;
          animation-delay: 0.4s;
}


@-webkit-keyframes x {
  0% {
            -webkit-transform: translate(-100px, 0);
                    transform: translate(-100px, 0);
  }
  100% {
            -webkit-transform: translate(100px, 0);
                    transform: translate(100px, 0)
  }
}

@keyframes x {
  0% {
            -webkit-transform: translate(-100px, 0);
                    transform: translate(-100px, 0);
  }
  100% {
            -webkit-transform: translate(100px, 0);
                    transform: translate(100px, 0)
  }
}


@-webkit-keyframes y {
  25% {
    -webkit-transform: translate(0, -50px);
            transform: translate(0, -50px);
  }
  0%, 50%, 100% {
    -webkit-transform: translate(0, 0);
            transform: translate(0, 0);
  }
  75% {
    -webkit-transform: translate(0, 50px);
            transform: translate(0, 50px);
  }

}


@keyframes y {
  25% {
    -webkit-transform: translate(0, -50px);
            transform: translate(0, -50px);
  }
  0%, 50%, 100% {
    -webkit-transform: translate(0, 0);
            transform: translate(0, 0);
  }
  75% {
    -webkit-transform: translate(0, 50px);
            transform: translate(0, 50px);
  }

}
<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>
<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>
<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>
<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>
<div class='wrapper'>
  <div></div>
</div>

Langkah terakhir adalah, kunjungi melalui browser masing-masing dan lihat bagaimana hasilnya.

Selengkapnya

Cara Mudah Membuat Garis Tepi / Garis Besar Dengan Css Outline-Style

Apa itu garis tepi? Garis Tepi adalah garis yang terletak di bagian tepi pet dan ujung-ujung tiap garis akan bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Biasanya garis ini dibuat rangkap dua dan tebal.
Cara Mudah Membuat Garis Tepi / Garis Besar Dengan Css Outline-Style
Nah, sedangkan Outline adalah kerangka, regangan atau garis besar. Jadi outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis.

Ini sama hal nya dengan tutorial yang akan saya bahas pada hari ini. Lalu bagaimana cara membuatnya? Ini sama seperti kita membuat sebuah border pada umumnya, bahkan hampir mirip.

Untuk cara dan langkah-langkah jelasnya, bisa Anda perhatikan dibawah.
Disini saya akan bagi menjadi beberapa bagian, agar bisa dimengerti dan terlihat mudah.

1. Outline Auto

#Css

.outline-auto {
 background-color: aliceblue;
   outline: 50px auto lavender;
     }

#Html

<div class="outline-box outline-auto"></div>
     <code>outline-style: auto</code>
           </div>
outline auto
2. Outline Double

#Css

.outline-double {
 background-color: thistle;
   outline: 14px double white;
      outline-offset: -20px;
         }

#Html

<div class="outline-box outline-double"></div>
           <code>outline-style: double</code>
                       </div>
outline double
3. Outline Dotted-1

#Css

.outline-dotted-1 {
 background-color: mistyrose;
   outline: 24px dotted white;
      outline-offset: -12px;
         }

#Html

<div class="outline-box outline-dotted-1"></div>
                 <code>outline-style: dotted</code>
                                   </div>
outline dotted
4. Outline Dotted-2

#Css

.outline-dotted-2 {
 background-color: lightgoldenrodyellow;
   outline: 40px dotted white;
      outline-offset: -18px;
         }

#Html

<div class="outline-box outline-dotted-2"></div>
                       <code>outline-style: dotted</code>
                                               </div>
outline dotted
5. Outline Groove

#Css

.outline-groove {
 background-color: antiquewhite;
   outline: 14px groove burlywood;
      outline-offset: -15px;
         }

#Html

<div class="outline-box outline-groove"></div>
                             <code>outline-style: groove</code>
                                                           </div>
outline groove
6. Outline Dashed

#Css

.outline-dashed {
 background-color: rosybrown;
   outline: 22px dashed white;
      outline-offset: -12px;
         }

#Html

<div class="outline-box outline-dashed"></div>
                                   <code>outline-style: dashed</code>
                                                                       </div>
outline dashed
7. Outline Ridge

#Css

.outline-ridge {
 background-color: azure;
   outline: 14px ridge lightblue;
      outline-offset: -14px;
         }

#Html

<div class="outline-box outline-ridge"></div>
                                         <code>outline-style: ridge</code>
                                                                                   </div>
outline ridge
8. Outline Outset

#Css

.outline-outset {
 background-color: floralwhite;
   outline: 24px outset pink;
      outline-offset: -24px;
         }

#Html

<div class="outline-box outline-outset"></div>
                                               <code>outline-style: outset</code>
                                                                                               </div>
outline outset
9. Outline inset

#Css

.outline-inset {
 background-color: bisque;
   outline: 24px inset sandybrown;
      outline-offset: -24px;
         }

#Html

<div class="outline-box outline-inset"></div>
                                                     <code>outline-style: inset</code>
                                                                                                           </div>
outline inset
Untuk kode keseluruhannya bisa dilihat berikut ini:
#Css

.outline-auto {
 background-color: aliceblue;
   outline: 50px auto lavender;
     }
     .outline-double {
      background-color: thistle;
        outline: 14px double white;
           outline-offset: -20px;
              }
              .outline-dotted-1 {
               background-color: mistyrose;
                 outline: 24px dotted white;
                    outline-offset: -12px;
                       }
                       .outline-dotted-2 {
                        background-color: lightgoldenrodyellow;
                          outline: 40px dotted white;
                             outline-offset: -18px;
                                }
                                .outline-groove {
                                 background-color: antiquewhite;
                                   outline: 14px groove burlywood;
                                      outline-offset: -15px;
                                         }
                                         .outline-dashed {
                                          background-color: rosybrown;
                                            outline: 22px dashed white;
                                               outline-offset: -12px;
                                                  }
                                                  .outline-ridge {
                                                   background-color: azure;
                                                     outline: 14px ridge lightblue;
                                                        outline-offset: -14px;
                                                           }
                                                           .outline-outset {
                                                            background-color: floralwhite;
                                                              outline: 24px outset pink;
                                                                 outline-offset: -24px;
                                                                    }
                                                                    .outline-inset {
                                                                     background-color: bisque;
                                                                       outline: 24px inset sandybrown;
                                                                          outline-offset: -24px;
                                                                             }
                                                                             /* presentation styles*/
                                                                             main {
                                                                              display: grid;
                                                                                height: 100%;
                                                                                   grid-template-rows: auto 1fr auto;
                                                                                       grid-template-columns: repeat(auto-fill, minmax(240px, 1fr));
                                                                                            text-align: center;
                                                                                                 }
                                                                                                      .card {
                                                                                                            margin-bottom: 50px;
                                                                                                                  }
                                                                                                                        .outline-box {
                                                                                                                               margin: 40px auto;
                                                                                                                                       width: 180px;
                                                                                                                                                height: 180px;
                                                                                                                                                         }
                                                                                                                                                                  code {
                                                                                                                                                                            background-color: #dedede;
                                                                                                                                                                                       padding: 4px 6px;
                                                                                                                                                                                                   border-radius: 3px;
                                                                                                                                                                                                               }

#Html

<main>
 <div class="card">
   <div class="outline-box outline-auto"></div>
     <code>outline-style: auto</code>
      </div>
       <div class="card">
         <div class="outline-box outline-double"></div>
           <code>outline-style: double</code>
            </div>
             <div class="card">
               <div class="outline-box outline-dotted-1"></div>
                 <code>outline-style: dotted</code>
                  </div>
                   <div class="card">
                     <div class="outline-box outline-dotted-2"></div>
                       <code>outline-style: dotted</code>
                        </div>
                         <div class="card">
                           <div class="outline-box outline-groove"></div>
                             <code>outline-style: groove</code>
                              </div>
                               <div class="card">
                                 <div class="outline-box outline-dashed"></div>
                                   <code>outline-style: dashed</code>
                                    </div>
                                     <div class="card">
                                       <div class="outline-box outline-ridge"></div>
                                         <code>outline-style: ridge</code>
                                          </div>
                                           <div class="card">
                                             <div class="outline-box outline-outset"></div>
                                               <code>outline-style: outset</code>
                                                </div>
                                                 <div class="card">
                                                   <div class="outline-box outline-inset"></div>
                                                     <code>outline-style: inset</code>
                                                      </div>
                                                       </main>

Selengkapnya